PELAKSANAAN PRAKTIKUM
I. Ketentuan Umum :
- Praktikum ini diperuntukkan bagi siswa dalam menunjang perbelajaran sains.
- Peserta praktikum harus mengikuti peraturan dan tata tertip yang ada.
II. Pelaksanaan
Praktikum
- Waktu yang disediakan untuk praktikum pada adalah 2 (dua) jam pembelajaran.
- Setiap peserta berhak mendapatkan modul praktikum.
- Peserta praktikum akan dikelompokkan dengan dipandu guru, termasuk dalam pembagian tugas kelompok (masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang atau menyesuaikan dengan jumlah peserta dalam kelas, ataupun juga menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada pada jenis praktikum tertentu)
- Pelaksanaan praktikum dipandu oleh seorang guru, yang bertindak sebagai Fasilitator, dan mereview setiap hasil presentasi praktikan
- Peserta praktikum diharuskan memahami konsep-konsep yang akan dibahas dalam praktikum, sesuai dengan materi yang ada.
- Sebelum pelaksanaan praktikum setiap peserta wajib mengisi lembar kerja baik secara individu maupun kelompok dan untuk presentasi disajikan dalam bentuk powerpoint
- Semua fasilitas yang diperlukan oleh peserta praktikum (praktikan) maupun yang diperlukan oleh guru di dalam ruang praktikum seperti Laptop, LCD, white board, spidol untuk white board, kertas, dan alat pendukung praktikum disediakan oleh Laboratorium Manajemen.
- Untuk ‘keamanan’ berbagai fasilitas yang dimiliki oleh Laboratoirium Manajemen, maka digunakan untuk presentasi peserta harus diserahkan dulu ke Asisten/tenaga Part Time Laboratorium Manajemen sebelum pelaksanaan praktikum
- Setiap peserta praktikum (praktikan) setelah mengikuti praktikum berhak mendapatkan nilai praktikum, dengan kategori nilai A – E
III. Tata
tertib Praktikum
- Peserta praktikum harus berpenampilan rapi dan bersih dengan kelengkapan sesuai prosedur pratikum.
- Kegiatan praktikum boleh saja diatur tersendiri sesuai dengan tuntutan yang ada pada materi praktikum ataupun sesuai dengan metode yang digunakan, dengan dipandu langsung oleh Fasilitator.
IV. Evaluasi
Praktikum
Setiap kegiatan praktikum akan dilakukan evaluasi untuk
menentukan hasil akhir berupa Nilai Praktikum, yang didasarkan
pada :
- Performance serta kemampuan individu dalam mengemukakan pendapat/ pertanyaan/ sanggahan/ komentar pada saat pelaksanaan praktikum.
- Kemampuan kerja sama tim, dengan melihat kekompakan dalam team dan peran serta masing-masing anggota dalam team
- Kemampuan dalam penguasaan materi dan komunikasi, dengan melihat kemampuan persuasinya, diplomasi dan kemampuan menganalisis persoalan serta retorika dalam mengemukakan pendapat dan ide
- Kemampuan dalam penggunaan fasilitas yang ada serta kesiapan untuk meggunakan fasilitas yang ada, seperti kesiapan dalam presentasi dengan didukung teknik presentasi yang memadai (penggunaan power point & LCD), papan white board maupun alat bantu yang lain yang dapat memperlancar pelaksanaan praktikum
- Bagi peserta yang mendapatkan nilai D dan E wajib mengulang
- Kriteria Penilaian; adapun kriteria penilaian pada praktikum Perilaku Organisasi ini adalah sebagaimana berikut :
90 – 100 point = A (Sangat
Mememuaskan)
80 – 89 point = B+
(Memuaskan plus)
70 – 79 point = B
(Memuaskan)
65 – 69 point = C+ (Cukup Memuaskan plus)
55 – 64 point = C (Cukup Memuaskan)
45 – 54 point = D (Kurang Memuaskan)
≤ 44 point = E
(Sangat Tidak Memuaskan)
LEMBAR KERJA SISWA
PENGARUH
KALOR TERHADAP PERUBAHAN WUJUD BENDA
Nama Siswa :
.....................................
Kelas siswa :
......................................
Kelompok :
........................................
Nama Kelompok :
1. ....................................
2. .....................................
3. Dst...............................
Prosedur Info:
1.
Standar kompotensi
Menerapkan konsep
kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi.
2.
Kompetensi dasar
Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat.
3.
Indikator
menganalisis
pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda.
4.
Tujuan Pratikum
Siswa
dapat menganalisis pengaruh kalor terhadp perubahan benda.
5.
Alat dan Bahan
Ø
2 buah beker gelas.
Ø
1
buah lampu bunsen
Ø
2 buah termometer.
Ø
Stopwatch.
Ø
Balok es.
6.
Langkah kerja
a.
Masalah
Bagaimana pengaruh air jika dimasukan ke dalam kulkas
“prizer” setelah beberapa jam?
b.
Hipotesis
Dari pertanyaan-pertanyaan di atas
rumuskanlah hipotesis kamu tentang pengaruh perubahan suhu terhadap perubahan
ukuran benda!
Hipotesis:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..............................................................................................
C. Uji Hipotesis
Untuk
membuktikan jawaban sementaramu marilah kita lakukan percobaan sederhana
berikut!
Percobaan: Pengaruh kalor terhadap perubahan wujud
benda!
1. Masukan
balok es pada masing-masing beker gelas.
2. Letakkan salah satunya pada kaki tiga yang telah
dinyalakan lampu bunsen dibawahnya.
3. Ukurlah
suhu dalam kedua beker gelas menggunakan termometer setiap 2 menit sekali.
Catat
hasil pengamatanmu pada sebuah tabel.
LEMBAR
KERJA SISWA
D.
PENGAMATAN DAN PENGUMPULAN DATA
|
No
|
Waktu
(menit)
|
Suhu
es pada masing masing beker (oC)
|
|
|
Beker
1
|
Beker
2
|
||
|
1
|
2
|
|
|
|
2
|
4
|
|
|
|
3
|
6
|
|
|
E. PENGOLAHAN DATA
Dari
data yang didapatkan, buatlah
grafik yang menunjukkan fakta
yang kalian peroleh dari kegiatan perbandingan suhu dan kecepatan mencairnya es
pada dua ruang yang berbeda. Grafik dapat
menunjukkan hubungan antara perubahan suhu dari waktu ke waktu pada dua tempat
yang berbeda dan fenomena yang terjadi dalam kegiatan penyelidikan.
F. PERTANYAAN DISKUSI
Untuk membuktikan hipotesis yang telah kamu
buat, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
1. Dari
percobaan a, b dan c, apa yang dapat kamu simpulkan ? Bagaimana pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda?
2. Pada
beker gelas mana es lebih cepat mencair?
3. Bandingkan
suhu pada kedua beker gelas, suhu pada beker gelas manakah yang lebih tinggi?
4. Apakah
fungsi lampu bunsen pada
kegiatan di atas?
G. KESIMPULAN
Buatlah kesimpulanmu tentang
pengaruh kalor terhadap perubahan wujud
benda!
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........,..............201....
Guru penuntun pratikum Ketua
kelompok
........................................... ..................................
Dari pembahasan diatas tersirat Pertanyaan sebgai
berikut:
1. Seberapa efektifnya waktu yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan pratikum?
2. Hampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan
postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest?
3. Tolong jelaskan pelaksanan pratikum yg pernah anda
kerjakan dan apa kendalanya?
Pelaksanaan pratikum yg perna saya lakukan adlah pembedahan katak. Di awali dgn membius katak, lalu mulai melakukan pembedaha dgn menusuk bagian kaki dan tngan katak dgn jarum sehingga katak bagian perut menghadap depan dgn posisi siap untk d bedah dgn menggunting bagian perut dn memeriksa organ dalam pada katak. Kendala yg dihadapi saat pratikum adalah menunggu katak trsbut hingga bnar2 tidak sadar dan alat yg digunakan sedikit tumpul sehingga proses pembedahan menjadi lama dan tbuh katak tidak trbedah secara sempurna. Sekian
BalasHapusHampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest?
BalasHapusperlu dilakukan pretest adalah melihat keterampilan prasyarat yang dipunyai praktikan untuk melakukan praktikum agar praktikum yang dilakukan terlaksana sesuai tujuan, post test bertujuan melihat kemampuan siswa setelah praktikum apa yang diperoleh siswa dari praktikum yang telah dilakukan
Kenapa dalam setiap praktikum perlu Pretest dan Postest?
BalasHapusPretest dibutuhkan untuk mengetahui kesiapan praktikan dalam memahami prosedur praktikum. Sedangkan Postest dilakukan untuk melakukan pengukuran sejauh mana praktikan memahami konsep materi yang dipelajari dalam praktikum. Terima kasih
Menanggapi pertanyaan nomor 3, dari beberapa praktikum yg pernah saya lakukan kendalanya ada laporan kerja siswa yang kadang belum selesai ketika waktu habis, hal ini dikarenakan siswa lebih banyak menghabiskan waktu pada tahap pelaksanaan, contohnya saja ketika mengamati sel siswa diminta membuat laporab dan gambar, tapi biasanya yg selesai hanya separuh dari tagihan tugas
BalasHapus