Jumat, 27 April 2018

Pelaksanaan Pratiku IPA


PELAKSANAAN PRAKTIKUM
I. Ketentuan Umum :
  1. Praktikum ini diperuntukkan bagi siswa dalam menunjang perbelajaran sains.
  2. Peserta praktikum harus mengikuti peraturan dan tata tertip yang ada. 
II.          Pelaksanaan Praktikum
  1. Waktu yang disediakan untuk praktikum pada adalah 2 (dua) jam pembelajaran.
  2. Setiap peserta berhak mendapatkan modul praktikum.
  3. Peserta praktikum akan dikelompokkan dengan dipandu guru, termasuk dalam pembagian tugas kelompok (masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang atau menyesuaikan dengan jumlah peserta dalam kelas, ataupun juga menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada pada jenis praktikum tertentu)
  4. Pelaksanaan praktikum dipandu oleh seorang guru, yang bertindak sebagai Fasilitator, dan mereview setiap hasil presentasi praktikan
  5. Peserta praktikum diharuskan memahami konsep-konsep yang akan dibahas dalam praktikum, sesuai dengan materi yang ada.
  6. Sebelum pelaksanaan praktikum setiap peserta wajib mengisi lembar kerja baik secara individu maupun kelompok dan untuk presentasi disajikan dalam bentuk powerpoint
  7. Semua fasilitas yang diperlukan oleh peserta praktikum (praktikan) maupun yang diperlukan oleh guru di dalam ruang praktikum seperti Laptop, LCD, white board, spidol untuk white board, kertas, dan alat pendukung praktikum disediakan oleh Laboratorium Manajemen.
  8. Untuk ‘keamanan’ berbagai fasilitas yang dimiliki oleh Laboratoirium Manajemen, maka digunakan untuk presentasi peserta harus diserahkan dulu ke Asisten/tenaga Part Time Laboratorium Manajemen sebelum pelaksanaan praktikum
  9.  Setiap peserta praktikum (praktikan) setelah mengikuti praktikum berhak mendapatkan nilai praktikum, dengan kategori nilai  A – E
III.          Tata tertib Praktikum
  1. Peserta praktikum harus berpenampilan rapi dan bersih dengan kelengkapan sesuai prosedur pratikum.
  2. Kegiatan praktikum boleh saja diatur tersendiri sesuai dengan tuntutan yang ada pada materi praktikum ataupun sesuai dengan metode yang digunakan, dengan dipandu langsung oleh Fasilitator.


IV.          Evaluasi Praktikum
Setiap kegiatan praktikum akan dilakukan evaluasi untuk menentukan hasil akhir berupa Nilai Praktikum, yang didasarkan pada :
  1. Performance serta kemampuan individu dalam mengemukakan pendapat/ pertanyaan/ sanggahan/ komentar pada saat pelaksanaan praktikum.
  2. Kemampuan kerja sama tim, dengan melihat kekompakan dalam team dan peran serta masing-masing anggota dalam team
  3. Kemampuan dalam penguasaan materi dan komunikasi, dengan melihat kemampuan persuasinya, diplomasi dan kemampuan menganalisis persoalan serta retorika dalam mengemukakan pendapat dan ide
  4. Kemampuan dalam penggunaan fasilitas yang ada serta kesiapan untuk meggunakan fasilitas yang ada, seperti kesiapan dalam presentasi dengan didukung teknik presentasi yang memadai (penggunaan power point & LCD), papan white board maupun alat bantu yang lain yang dapat memperlancar pelaksanaan praktikum
  5. Bagi peserta yang mendapatkan nilai D dan E wajib mengulang 
  6. Kriteria Penilaian; adapun kriteria penilaian pada praktikum Perilaku Organisasi ini adalah sebagaimana berikut :
  90 – 100 point = A (Sangat Mememuaskan)
  80 – 89   point = B+ (Memuaskan plus)
  70 – 79   point = B (Memuaskan)
  65 – 69   point = C+ (Cukup Memuaskan plus)
  55 – 64   point = C (Cukup Memuaskan)
  45 – 54  point  = D (Kurang Memuaskan)
       ≤ 44  point  = E (Sangat Tidak Memuaskan)




LEMBAR KERJA SISWA
PENGARUH KALOR TERHADAP PERUBAHAN WUJUD BENDA
Nama Siswa                : .....................................
Kelas siswa                 : ......................................
Kelompok                   : ........................................
Nama Kelompok         : 1. ....................................
                                      2. .....................................
                                      3. Dst...............................
Prosedur Info:

1.      Standar kompotensi
Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi.
2.      Kompetensi dasar
Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat.
3.      Indikator
menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda.
4.      Tujuan Pratikum
Siswa dapat menganalisis pengaruh kalor terhadp perubahan benda.           
5.      Alat dan Bahan
Ø 2 buah beker gelas.
Ø 1 buah lampu bunsen
Ø 2 buah termometer.
Ø Stopwatch.
Ø Balok es.
6.      Langkah kerja
a.    Masalah
Bagaimana pengaruh air jika dimasukan ke dalam kulkas “prizer” setelah beberapa jam?
b.    Hipotesis     
Dari pertanyaan-pertanyaan di atas rumuskanlah hipotesis kamu tentang pengaruh perubahan suhu terhadap perubahan ukuran benda!
            Hipotesis:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..............................................................................................
C. Uji Hipotesis

Untuk membuktikan jawaban sementaramu marilah kita lakukan percobaan sederhana berikut!
Percobaan:  Pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda!
1.      Masukan balok es pada masing-masing beker gelas.
2.      Letakkan salah satunya pada kaki tiga yang telah dinyalakan lampu bunsen dibawahnya.
3.      Ukurlah suhu dalam kedua beker gelas menggunakan termometer setiap 2 menit sekali.

Catat hasil pengamatanmu pada sebuah tabel. 
 
 

LEMBAR KERJA SISWA
D. PENGAMATAN DAN PENGUMPULAN DATA
No
Waktu
(menit)
Suhu es pada masing masing beker (oC)
Beker 1
Beker 2
1
2


2
4


3
6



E. PENGOLAHAN DATA

Dari data yang didapatkan, buatlah grafik yang menunjukkan fakta yang kalian peroleh dari kegiatan perbandingan suhu dan kecepatan mencairnya es pada dua ruang yang berbeda. Grafik dapat menunjukkan hubungan antara perubahan suhu dari waktu ke waktu pada dua tempat yang berbeda dan fenomena yang terjadi dalam kegiatan penyelidikan.

F. PERTANYAAN DISKUSI

    Untuk membuktikan hipotesis yang telah kamu buat,  jawablah  pertanyaan-pertanyaan  berikut:
1.      Dari percobaan a, b dan c, apa yang dapat kamu simpulkan ? Bagaimana pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda?
2.      Pada beker gelas mana es lebih cepat mencair?
3.      Bandingkan suhu pada kedua beker gelas, suhu pada beker gelas manakah yang lebih tinggi?
4.      Apakah fungsi lampu bunsen pada kegiatan di atas?




G. KESIMPULAN

             Buatlah kesimpulanmu tentang pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda!
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

........,..............201....
Guru penuntun pratikum                                                         Ketua kelompok

...........................................                                                     ..................................
Dari pembahasan diatas tersirat Pertanyaan sebgai berikut:
1.      Seberapa efektifnya waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pratikum?
2.      Hampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest?
3.      Tolong jelaskan pelaksanan pratikum yg pernah anda kerjakan dan apa kendalanya?


4 komentar:

  1. Pelaksanaan pratikum yg perna saya lakukan adlah pembedahan katak. Di awali dgn membius katak, lalu mulai melakukan pembedaha dgn menusuk bagian kaki dan tngan katak dgn jarum sehingga katak bagian perut menghadap depan dgn posisi siap untk d bedah dgn menggunting bagian perut dn memeriksa organ dalam pada katak. Kendala yg dihadapi saat pratikum adalah menunggu katak trsbut hingga bnar2 tidak sadar dan alat yg digunakan sedikit tumpul sehingga proses pembedahan menjadi lama dan tbuh katak tidak trbedah secara sempurna. Sekian

    BalasHapus
  2. Hampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest?
    perlu dilakukan pretest adalah melihat keterampilan prasyarat yang dipunyai praktikan untuk melakukan praktikum agar praktikum yang dilakukan terlaksana sesuai tujuan, post test bertujuan melihat kemampuan siswa setelah praktikum apa yang diperoleh siswa dari praktikum yang telah dilakukan

    BalasHapus
  3. Kenapa dalam setiap praktikum perlu Pretest dan Postest?
    Pretest dibutuhkan untuk mengetahui kesiapan praktikan dalam memahami prosedur praktikum. Sedangkan Postest dilakukan untuk melakukan pengukuran sejauh mana praktikan memahami konsep materi yang dipelajari dalam praktikum. Terima kasih

    BalasHapus
  4. Menanggapi pertanyaan nomor 3, dari beberapa praktikum yg pernah saya lakukan kendalanya ada laporan kerja siswa yang kadang belum selesai ketika waktu habis, hal ini dikarenakan siswa lebih banyak menghabiskan waktu pada tahap pelaksanaan, contohnya saja ketika mengamati sel siswa diminta membuat laporab dan gambar, tapi biasanya yg selesai hanya separuh dari tagihan tugas

    BalasHapus