Selasa, 17 April 2018

BASIC LABORATORY SKILL


PELAKSANAAN PRAKTIKUM
I. Ketentuan Umum :
  1. Praktikum ini diperuntukkan bagi siswa dalam menunjang perbelajaran sains.
  2. Peserta praktikum harus mengikuti peraturan dan tata tertip yang ada. 
II.          Pelaksanaan Praktikum
  1. Waktu yang disediakan untuk praktikum pada adalah 2 (dua) jam pembelajaran.
  2. Setiap peserta berhak mendapatkan modul praktikum.
  3. Peserta praktikum akan dikelompokkan dengan dipandu guru, termasuk dalam pembagian tugas kelompok (masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang atau menyesuaikan dengan jumlah peserta dalam kelas, ataupun juga menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada pada jenis praktikum tertentu)
  4. Pelaksanaan praktikum dipandu oleh seorang guru, yang bertindak sebagai Fasilitator, dan mereview setiap hasil presentasi praktikan
  5. Peserta praktikum diharuskan memahami konsep-konsep yang akan dibahas dalam praktikum, sesuai dengan materi yang ada.
  6. Sebelum pelaksanaan praktikum setiap peserta wajib mengisi lembar kerja baik secara individu maupun kelompok dan untuk presentasi disajikan dalam bentuk powerpoint
  7. Semua fasilitas yang diperlukan oleh peserta praktikum (praktikan) maupun yang diperlukan oleh guru di dalam ruang praktikum seperti Laptop, LCD, white board, spidol untuk white board, kertas, dan alat pendukung praktikum disediakan oleh Laboratorium Manajemen.
  8. Untuk ‘keamanan’ berbagai fasilitas yang dimiliki oleh Laboratoirium Manajemen, maka digunakan untuk presentasi peserta harus diserahkan dulu ke Asisten/tenaga Part Time Laboratorium Manajemen sebelum pelaksanaan praktikum
  9.  Setiap peserta praktikum (praktikan) setelah mengikuti praktikum berhak mendapatkan nilai praktikum, dengan kategori nilai  A – E
III.          Tata tertib Praktikum
  1. Peserta praktikum harus berpenampilan rapi dan bersih dengan kelengkapan sesuai prosedur pratikum.
  2. Kegiatan praktikum boleh saja diatur tersendiri sesuai dengan tuntutan yang ada pada materi praktikum ataupun sesuai dengan metode yang digunakan, dengan dipandu langsung oleh Fasilitator.


IV.          Evaluasi Praktikum
Setiap kegiatan praktikum akan dilakukan evaluasi untuk menentukan hasil akhir berupa Nilai Praktikum, yang didasarkan pada :
  1. Performance serta kemampuan individu dalam mengemukakan pendapat/ pertanyaan/ sanggahan/ komentar pada saat pelaksanaan praktikum.
  2. Kemampuan kerja sama tim, dengan melihat kekompakan dalam team dan peran serta masing-masing anggota dalam team
  3. Kemampuan dalam penguasaan materi dan komunikasi, dengan melihat kemampuan persuasinya, diplomasi dan kemampuan menganalisis persoalan serta retorika dalam mengemukakan pendapat dan ide
  4. Kemampuan dalam penggunaan fasilitas yang ada serta kesiapan untuk meggunakan fasilitas yang ada, seperti kesiapan dalam presentasi dengan didukung teknik presentasi yang memadai (penggunaan power point & LCD), papan white board maupun alat bantu yang lain yang dapat memperlancar pelaksanaan praktikum
  5. Bagi peserta yang mendapatkan nilai D dan E wajib mengulang 
  6. Kriteria Penilaian; adapun kriteria penilaian pada praktikum Perilaku Organisasi ini adalah sebagaimana berikut :
  90 – 100 point = A (Sangat Mememuaskan)
  80 – 89   point = B+ (Memuaskan plus)
  70 – 79   point = B (Memuaskan)
  65 – 69   point = C+ (Cukup Memuaskan plus)
  55 – 64   point = C (Cukup Memuaskan)
  45 – 54  point  = D (Kurang Memuaskan)
       ≤ 44  point  = E (Sangat Tidak Memuaskan)










LEMBAR KERJA SISWA
PENGARUH KALOR TERHADAP PERUBAHAN WUJUD BENDA
Nama Siswa                : .....................................
Kelas siswa                 : ......................................
Kelompok                   : ........................................
Nama Kelompok         : 1. ....................................
                                      2. .....................................
                                      3. Dst...............................
Prosedur Info:

1.      Standar kompotensi
Menerapkan konsep kalor dan prinsip konservasi energi pada berbagai perubahan energi.
2.      Kompetensi dasar
Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat.
3.      Indikator
menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda.
4.      Tujuan Pratikum
Siswa dapat menganalisis pengaruh kalor terhadp perubahan benda.           
5.      Alat dan Bahan
Ø 2 buah beker gelas.
Ø 1 buah lampu bunsen
Ø 2 buah termometer.
Ø Stopwatch.
Ø Balok es.
6.      Langkah kerja
a.    Masalah
Bagaimana pengaruh air jika dimasukan ke dalam kulkas “prizer” setelah beberapa jam?
b.    Hipotesis     
Dari pertanyaan-pertanyaan di atas rumuskanlah hipotesis kamu tentang pengaruh perubahan suhu terhadap perubahan ukuran benda!
            Hipotesis:
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..............................................................................................
C. Uji Hipotesis

Untuk membuktikan jawaban sementaramu marilah kita lakukan percobaan sederhana berikut!
Percobaan:  Pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda!
1.      Masukan balok es pada masing-masing beker gelas.
2.      Letakkan salah satunya pada kaki tiga yang telah dinyalakan lampu bunsen dibawahnya.
3.      Ukurlah suhu dalam kedua beker gelas menggunakan termometer setiap 2 menit sekali.

Catat hasil pengamatanmu pada sebuah tabel. 
Gambar 1
Perhatikan perubahan wujud zat dari gambar 1
 
Gambar 2
termometer
Gambar 3
Setelah siswa menyiapkan bahan yang berbada di satu berisi air dengan suhu normal dan satu lagi di berikan es batu.
Gambar 4
Setalah itu laksanakan percobaan dengan mengukur suhu pada gelas berisi air dengan suhu normal dan berisi es batu, amati suhu yang terjadi. Lanjutkan dengan memberikan kalor/ letakkan diatas kaki tiga berlasan kawat kasa dan berikan kalor. Amati perubahan yang terjadi hingga air didalam tabung menguap dan masukan hasil ke dalam tabel yang telah diberikan.
LEMBAR KERJA SISWA
D. PENGAMATAN DAN PENGUMPULAN DATA
No
Waktu
(menit)
Suhu es pada masing masing beker (oC)
Beker 1 tidak ada kalor
Beker 2 pemberian Kalor
1
2


2
4


3
6







                                        Grafik perubahan wujud zat

E. PENGOLAHAN DATA

Dari data yang didapatkan, buatlah grafik yang menunjukkan fakta yang kalian peroleh dari kegiatan perbandingan suhu dan kecepatan mencairnya es pada dua ruang yang berbeda. Grafik dapat menunjukkan hubungan antara perubahan suhu dari waktu ke waktu pada dua tempat yang berbeda dan fenomena yang terjadi dalam kegiatan penyelidikan.

F. PERTANYAAN DISKUSI

    Untuk membuktikan hipotesis yang telah kamu buat,  jawablah  pertanyaan-pertanyaan  berikut:
1.      Dari percobaan a, b dan c, apa yang dapat kamu simpulkan ? Bagaimana pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda?
2.      Pada beker gelas mana es lebih cepat mencair?
3.      Bandingkan suhu pada kedua beker gelas, suhu pada beker gelas manakah yang lebih tinggi?
4.      Apakah fungsi lampu bunsen pada kegiatan di atas?

G. KESIMPULAN

             Buatlah kesimpulanmu tentang pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda!
...............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

........,..............201....
Guru penuntun pratikum                                                         Ketua kelompok



...........................................                                                     ..................................


Dari pembahasan diatas tersirat Pertanyaan sebgai berikut:
1.      Seberapa efektifnya waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pratikum?
2.      Hampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest?
3.      Tolong jelaskan pelaksanan pratikum yg pernah anda kerjakan dan apa kendalanya?

14 komentar:

  1. menanggapi pertanyaan no 3, pelaksanaan pratikum yang perna saya kerjakan dimulai dari pesiapan, yaitu menyiapakan bahan-bahan yang dibutuhkan saat pratikum, selanjutnya masuk ke ruangan tepat waktu dan menggunakan jas leb, sebelum melaksankan pratikum biasanya diakan pretes setelah hal tersebut baru pratikum dilaksanakan dengan pengambilan alat secara kelompok, membagi tugas dan melaksanakan tugas masing-masing. kendala yang dihadapi saat pratikum adalah masih banyaknya pratikan yang datang telat dan tidak memakai jas leb,kurangnya waktu yang tersedia kerena pada saat akan pratikum leb yang digunakan belum di buka dan alat-alatnya ada yang kurang. seakian

    BalasHapus
  2. Menanggapi pertanyaan nomor 1, waktu yg efektif adalah waktu yg disediakan kira2 cukup untuk siswa menyelesaikan praktikum dengan baik, jika hanya disediakan waktu 2x45 menit tagihan yg dibuat guru jgn terlalu banyak krn siswa selain harus mengamati juga harus membuat laporan, ada baiknya pada lembar kerja siswa guru mencantum kan alokasi waktu kerja, contoh 30 menit untuk mengamati atau bekerja, 20 menit untuk membuat laporan, sehingga siswa tidak terpaku pada satu kegiatan saja karena kendala yg banyak ditemui pada saat praktikum adalah ketika waktu praktikum habis, laporan kerja siswa justru belum selesai

    BalasHapus
  3. Terimakasih atas ulasannya.. Menanggapi pertanyaan kedua Hampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest? Hal ini digunakan utk mengukur sebatas mana pengetahuan siswa mngenai materi yg akan di praktekkan. Pretest bertujuan utk melihat sebatas mana penguasaan siswa trhadap praktikum yg akan dilakukan, trakhir dilakukan posttest utk melihat sudah meningkatkah penguasaan pengetahuan siswa setelah diberi praktikum. Terimakasih

    BalasHapus
  4. Menanggapi pertanyaan nomor dua. Pretest diperlukan untuk melihat apakah siswa sudah memiliki gambaran tentang praktikum yang akan dilakukan, sehingga praktikum tersebut berlangsung aman dan efektif. Sedangkan postest diperlukan untuk melihat sejauh mana siswa mendapatkanmanfaat dan pemahaman baru dari hasil praktikum tersebut,.
    Terima kasih,.

    BalasHapus
  5. Menanggapi soal no 2.

    Perlunya pretest dan postest pada praktikum yaitu untuk melihat kemampuan awal dan hasil akhir pada materi yg akan di praktikumkan. Untuk melihat apakah ada peningkatan pengetahuan yang di dapatkan oleh siswa setelah dilakukannya praktikum.

    BalasHapus
  6. Menanggapi pertanyaan ke 2 yaitu Hampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest? pretest dilakukan untuk mengatahui kemampuan awal dan dasar yang baik sebelum menjalankan praktikum.dan memberikan pemetahan kognitif terhadap peserta didik. postest dilakukan untuk mengevalusi apakah suatu prktikum bisa dikatakan berhasil atau tidak dengan melakukan postest.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  7. Hampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest?
    Kegiatan pretest dan postest perlu diberlakukan kepada praktikan dengan tujuan untuk melihat kemampuan awal dan kemampuan akhir setelah melaksanakan praktikum,

    BalasHapus
  8. Saya akan menjawab pertanyaan no 1 yaitu Seberapa efektifnya waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pratikum? Menurut saya adalah 3 jam pelajaran atau jika kita mengambil patokan jam pelajaran IPA di SMP maka alokasi waktunya adalah 1 jam pelajaran adalah 40 menit x 3 jP maka menjadi 120 menit agar mendapatkan waktu yang efektif dalam pratikum

    BalasHapus
  9. 2. Hampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest?
    pretest pada praktikum diperlukan untuk melihat kemampuan awal siswa terhadap materi yg akan di praktikumkan. sedangkan postest dilakukan Untuk melihat hasil akhir apakah ada peningkatan pengetahuan yang di dapatkan oleh siswa setelah dilakukannya praktikum. dengan dilakukan postest guru dapat dengan mudah mengevaluasi apakah materi harus dilanjutkan atau tidak.
    terima kasih

    BalasHapus
  10. Assalamualaikum
    Hampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest?
    Perlu karena untuk melihat kemampuan awal dan akhir siswa..kemampuan awal siswa terhadap materi yg akan dipelajari dan melihat hasil apakah ada peningkatan terhadap pengetahuan siswa.

    BalasHapus
  11. 1.Seberapa efektifnya waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pratikum?

    untuk waktu itu tergantung pada materi yang akan di praktikum kan biasanya 3 jam pelajaran tapi kalau tingkat kesulitan materinya tinggi itu bisa membutuhkan waktu yang agak lama maka kita menggunakan hari lain untuk praktikum.

    BalasHapus
  12. Hampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest?
    pretest dalam praktikum untuk melihat keterampilan prasyarat siswa tentang penguasaan teori yang dimiliki siswa sebagai penunjang pelaksanaan praktikum, dan postest adalah untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan yang dicapai setelah berakhirnya praktikum. Hasil post test ini dibandingkan dengan hasil pre test yang telah dilakukan sehingga akan diketahui seberapa jauh efek atau pengaruh dari pengajaran yang telah dilakukan, disamping sekaligus dapat diketahui bagian-bagian mana dari praktikum yang masih belum dipahami oleh sebagian besar siswa.

    BalasHapus
  13. 2. Hampir setiap pelaksanaan pratikum ada pretest dan postest, kenapa perlu dilaksanakan pretest dan postest?
    manfaat pretest Untuk melihat kondisi awal praktikan, apakah ada praktikan yang sudah memhami materi yang akan dipraktikkan. sedangkan Manfaat Post Test adalah untuk mengevaluasi pencapaian praktikan setelah adanya praktikum.

    BalasHapus
  14. menurut pendapat saya pretes dan posttes dilakukan yaitu pretes untuk mengetahui kemampuan dasar siswa dan post tes untuk mengkur sejauh mana siswa dapat memahami praktikum yang berlangsung

    BalasHapus